Berwisata ke Mini Agrowisata Surabaya

Sulur-sulur akar tanaman yang menyambut pengunjung di jalan masuk


Liburan akhir pekan bagi masyarakat perkotaan sudah menjadi bagian dari kebutuhan. Masalah tekanan pekerjaan dan tumpukan emosi dari jalanan macet penuh polusi membuat jiwa cepat lelah. Apabila dibiarkan menumpuk akan menimbulkan stress tersendiri. Pergi berwisata menjadi obat mujarab sambil mengambil jeda nafas panjang.

Cabe merah keriting ditanam dalam pot

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi kota-kota modern sudah menjadi infrastuktur wajib. Di Indonesia berdasarkan amanat Undang-undang No.26 tahun 2007 tentang penataan ruang, kawasan RTH minimal sebesar 30% dari luas wilayah kota. Dengan pembagian 20% RTH publik dan 10% privat.


Contoh model penanaman labu di kebun mini Agrowisata Surabaya

RTH publik kota Surabaya berdasarkan data situs pemkot surabaya.go.id tahun 2018 sebesar 21,79%. Proporsi Surabaya masih lebih baik dibanding Ibu kota Jakarta  yang memiliki luas RTH 9,98% (data investor.id 10/01/2020). Contoh bentuk RTH yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai adalah aneka taman dan agrowisata.

Kebun kembang telekan

Di Surabaya saya berkesempatan mengunjungi mini Agrowisata beralamatkan di Jl Pagesangan II No. 56. Kelurahan Pagesangan. Kecamatan Jambangan. Surabaya selatan. Patokannya jika dari terminal Bungurasih (Purabaya) mengikuti jalan arah masuk kota jl A Yani, belok kiri ke arah masjid al-Akbar Surabaya, kemudian di masjid al-Akbar ikut arah kanan mengikuti rute jalan melingkar sisi selatan masjid Al Akbar, Begitu sampai mentok dekat tol ikut ke arah kanan, dan lewat jalan bawah tol. Setelah sekitar 20 meter menyeberang rel kereta api, kurang lebih sekitar 400 meter di sisi kiri jalan ada kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Disitulah letaknya.

Tomat dengan sistem penanaman di gantung

Setiap akhir pekan kondisi mini agrowisata Surabaya ramai. Rata-rata pengunjung adalah dari warga sekitar. Wisata disini banyak diminati karena selain gratis juga sebagai media edukasi mengenal berbagai tumbuhan dan binatang.

Tanam terong dengan cara digantung

Model penanaman disini modern dan mengedepankan nilai artistik. Sebagai anak petani yang sedikit tahu mengenai perputaran nilai ekonomi dari kegiatan bertani, untuk beberapa model sistem penanaman tidak cocok diimplementasikan dalam produksi massal. Seperti penanaman terong dengan cara digantung. Modal membuat media tanam tidak sebanding dengan nilai ekonomi ketika panen.

Peternakan Ayam

Pada bagian peternakan unggas, reptil,ikan, hingga mamalia tidak menggunakan teknik berbeda dengan orang desa. Bagian menarik terkait efektifitas pemanfaatan ruang. Seperti bagaimana kotoran kambing langsung digelontorkan ke kolam lele. Sistem ini belum pernah saya lihat sebelumnya, dan menyisakan sedikit pertanyaan. Apakah saat panen lelenya akan berasa kambing?

Kalkun

Keberadaan binatang langka dan spesies bukan asli Indonesia dimiliki  mini agrowisata Surabaya akan mengingatkan pada kebun binatang Surabaya. Spesies-spesies tersebut semakin memuaskan mata pengunjung untuk terus mengeksplorasi lebih jauh.

Iskak sedang menggoda burung Kasuari

Para pengunjung mini agrowisata seperti saya dan lainya diberi keleluasaan penuh oleh petugas. Ada lebih suka mengambil foto, menyentuh secara langsung, atau kalau para orang tua lebih banyak memberi penjelasan kepada anaknya. Kalau kebetulan sedang ada petugas memberi makan pengunjung bisa bertanya dan mendapat penjelasan gratis.

Puthut sendang bersiap di area spot foto untuk dipotret dengan kamera smartphone

Tidak semua pengunjung paham etika berwisata dan menjaga fasilitas publik. Hal itu pula yang saya temui bersama Puthut di mini Agrowisata Surabaya. Perilaku buruk seperti membuang sampah tidak pada tempat disediakan, mengotori tempat-tempat duduk, hingga melakukan perusakan terhadap tanaman. Lebih banyak pelakunya adalah anak-anak kecil, tetapi satu dua ada orang dewasa. Sayangnya saya tidak melihat tindakan tegas berupa teguran langsung dari para petugas.

Iskak di bawah gapura jalan masuk area mini agrowisata

Jika anda berniat ke tempat ini bersama pacar pastikan tidak merencanakan menepi berduaan. Mini agrowisata Surabaya lokasinya  tidak luas. Antara ujung satu ke ujung lain bisa dipandang mata. Akan menjadi pemandangan aneh ketika ada pasangan nekat bermesraan.

Sedang duduk di dekat kolam ikan
Puthut Prasetya sedang duduk di pinggih kolam ikan

Kesan bisa saya berikan setelah sekitar empat kali main ke mini agrowisata Surabaya adalah tidak membosankan. Saya selalu menemukan pemandangan yang baru. Banyak tanaman disana benar-benar tumbuh sehat dan berkembang. Apabila beruntung melihat bunga-bunga yang bermekaran kita bisa mengirup aroma khas pedesaan. Ini benar-benar menjadi pelepas rindu akan kampung halaman di Trenggalek.

Surabaya, 29 Mei 2020


Komentar