Nolepchan
Nolepchan itu nama kucing kampung belang tiga. Kata orang jawa kucing telon. Bulu nolep berwarna putih, orannge, dan bercak hitam. Cukup melihat fotonya sudah gemas. Seolah-olah ingin cepat nguyel-ulel atau meremas kepala tembem itu. Kelebihan nolepchan tak sebatas bentuk fisik. Ia pernah melakukan serangkaian reaksi tak terduga untuk seekor kucing kampung.
Sebagai piaraan dari umur 3 bulanan nolepchan hafal betul terhadap siapa pemilik, orang satu rumah, dan orang asing. Saat sedang bersama pemiliknya Nolepchan akan pasrah. Dibuka mulutnya menggunakan tanganpun tak berontak. Nolep benar-benar mempercayakan hidup mati pada si pemilik. Seperti waktu dia mau melahirkan anak petama. Nolepchan tidak mau ditinggal sendirian. Tangan si pemilik berulang kali digigit dan ditarik ke tempat persalinan yang telah di siapkan sebelumnya. Ketika ditinggal ia akan mengejar dan melakukan hal itu lagi.
Secara lazim hewan rata-rata saat melahirkan merasa risih bila di tunggui manusia. Keanomalian tingkah nolep barangkali disebabkan oleh perasaan kasih sayang besar dari pemilik. Jadi ketika merasa dalam kesulitan datang untuk meminta bantuan tanpa takut.
Adakalanya nolepchan juga pernah marah-marah. Tanpa bahasa manusiapun orang-orang pasti tahu kalau dia sedang marah. Benar ia hanya berbunyi meow. Bedanya ketika marah tempo meow menjadi lebih cepat disertai volume naik. Barangkali seperti manusia sedang naik pitam ketika diganggu.
Status darah sebagai kucing kampung tak serta merta membuat nolepchan jadi kocheng berbiaya murah. Masalahnya ada pada pencernaan Nolepchan. Perutnya anti terhadap makanan tidak enak. Nasi contohnya. Saat dipaksa makan nasi meski berlauk ikan nolep akan mencret. Entah kenapa hal itu bisa terjadi. Berangkat dari kondisi tersebut nolepchanpun diberi makan sereal dari kecil.
Momen mengesankan lain dalam kehidupan nolepchan ketika musim kawin. Walau banyak kucing jantan bersedia mengawini si Nolep sebisa mungkin menolak. Alhasil ketika reaksi tubuhnya semakin menggila, berefek pada kekuatan fisiknya. Terseok-seok tak kuat jalan dengan kepala tergeletak di tanah dan tubuh bagian kaki belakang terangkat tinggi. Kadang pemandangan ini menjadi lucu karena dibarengi suara meow meow bercengkok.
Semenjak hadir nolepchan telah banyak mengukir kenangan-kenangan kecil menyenangkan bersama pemiliknya. Berpatroli menjelajah rumah, berburu mangsa hama di rumah, sampai tersesat sulit pulang pernah dialami. Tentu semua melibatkan si Paijah sebagai pemiliknya. Terlihat merepotkan, namun nolepchan membayar dengan memberi kesenangan lewat menjalani peran sebagai bola bulu lucu.
Komentar
Posting Komentar